"Loading..."

PHBM Hasilkan Produksi Padi 305 Ribu Ton

Perum Perhutani Unit I Jateng telah melaksanakan program Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) sejak tahun 2001. Dari 1.930 desa di sekitar hutan, yang sudah menjajaki kerja sama PHBM dengan Perhutani sudah mencapai 1.909 desa. Kerja sama ini sudah membawa dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat sekitar hutan. Sejak pertama kali menerapkan program tersebut hingga bulan November 2012, PHBM sudah menghasilkan produksi padi sebanyak 305.241,9 ton.

Produksi tanaman pangan lain yang dihasilkan yaitu jagung 1.060.176,9 ton, kedelai 17.300,8 ton, dan komoditas lain seperti ketela, pisang, umbi-umbian setara 741.830,1 ton. Kepala Perum Perhutani Unit I Jateng Teguh Hadi Siswanto menyatakan, dalam program PHBM, institusinya hanya memfasilitasi ruang lahan agar bisa dimanfaatkan untuk pertanian, khususnya produksi tanaman pangan. Perhutani terus mendorong masyarakat untuk mampu mengoptimalkan ruang lahan.“Baik Perhutani maupun masyarakat sekitar hutan sama-sama diuntungkan dengan program ini. Masyarakat bisa memanfaatkan lahan, sekaligus menjaga keamanan pohon jati, mahoni, maupun karet di hutan,” tandasnya. Pembentukan koperasi juga merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan. Hingga kini, terdapat 209 Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) yang sudah membentuk koperasi.

Kasi Humas Perum Perhutani Unit I Jateng Henhen Suhendar menyatakan, terdapat manfaat lain yang diperoleh masyarakat sekitar hutan melalui PHBM, yakni bagi hasil produksi hutan. Ini sudah secara konsisten diserahkan kepada LMDH sesuai ketentuan yang berlaku. LMDH ini juga merupakan lembaga yang telah berakte notaris. “Untuk produksi kayu dan non kayu sejak tahun 2002 hingga 2011, Perhutani telah menyerahkan hak LMDH senilai Rp 101,7 miliar,” jelasnya.
Terutama LMDH di Kabupaten Blora, selama kurun waktu tersebut juga menerima sharing produksi kayu sebesar Rp 37,5 miliar. LMDH ini berasal dari KPH Blora, Randublatung, Cepu, Mantingan, dan Kebonharjo. Bagi hasil produksi hutan ini sengaja diberikan untuk meningkatkan perekonomian di tingkat pedesaan. Royce Wijaya 

Suara Merdeka Online : :28 Januari 2013 05:41

Share: