"Loading..."

PT Inhutani V Bersama KTH Menanam Sengon dan Jengkol di Kabupaten Way Kanan

LAMPUNG, INHUTANI V (25/02/2021) | PT Inhutani V Unit Lampung bersama Kelompok Tani Hutan (KTH) Usaha Tani Sejahtera melakukan penanaman sengon dan jengkol di Register 44 Kabupaten Way Kanan, Lampung yang merupakan perengan dengan kelerengan beragam, pada tanggal 14 Februari 2021 yang lalu.

PT Inhutani V Unit Lampung memiliki areal kerja yang diantaranya merupakan perengan. Perengan adalah areal yang memiliki kelerengan tanah dari datar hingga sedikit curam. Hal ini dikarenakan areal kerja yang berada diantara daerah aliran sungai, sehingga diperlukan penanaman untuk mencegah erosi tanah.

Penanaman dilakukan dengan jarak tanam 5m x 5m. Tanaman jengkol ditanam pada bagian lereng bawah agar tidak mengganggu saat panen tanaman sengon. Secara ekologi tanaman sengon merupakan tanaman yang sering ditanam untuk tujuan reboisasi karena dapat mengikat nitrogen dan meningkatkan kesuburan tanah dari daun hingga cabangnya yang jatuh ke tanah.

Sedangkan penanaman jengkol ini merupakan sebuah percontohan bahwa menanam jengkol bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan adanya salah satu petani yang juga menanam jengkol dan telah menghasilkan pundi-pundi Rupiah. Sebab, per pohonnya bisa menghasilkan 3-4 kwintal jengkol dan dihargai kurang lebih mencapai Rp 5 juta.

Manager di Register 44 Unit Lampung, Satrio Cahyo Nugroho mengatakan, “Penanaman di perengan merupakan upaya dalam menjaga kondisi ekologi. Hampir seluruh perengan yang berbatasan langsung dengan sumber air (aliran sungai) diubah fungsi dengan ditanam singkong sehingga untuk mencegah dampak ekologi yang ada, kami mengajak masyarakat untuk menanam sengon dan jengkol dimana kegiatan ini kedepan juga akan memberi pendapatan tambahan masyarakat kedepannya.”

Menurut salah seorang anggota Kelompok Tani Usaha Tani Sejahtera yang bekerja sama didalam kawasan hutan ini, Nengah, dirinya sangat mendukung penanaman di perengan sebab ketika perengan pepohonannya akan mengurangi resiko banjir, erosi, dan degradasi tanah. Berdasarkan target yang telah direncanakan, masih banyak lagi perengan yang akan ditanam dengan pola tumpang sari sehingga lahan dapat dimaksimalkan dengan baik. (Kom-IHT5/Sto)

Editor : Ywn
Copyright©2021

Share: