"Loading..."

PTPN III dan IV Jadi Kandidat Induk Usaha

Setelah tertunda bertahun-tahun, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memastikan penunjukan induk usaha (holding) BUMN perkebunan akhir pekan ini. Dua perusahaan perkebunan pelat merah terbesar, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III dan PTPN IV menjadi calon terkuat induk usaha perkebunan.

“Terpilihnya dua PTPN ini (PTPN III dan PTPN IV) sebagai calon holding BUMN perkebunan karena keduanya memiliki kinerja yang bagus dan sama-sama seimbang,” tutur Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan di Jakarta, Selasa (l0/l).

Dahlan menilai realisasi pembentukan induk usaha BUMN perkebunan akan menjadikan perusahaan perkebunan pelat merah tersebut sebagai salah satu perusahaan perkebunan terbesar di dunia. Perusahaan itu akan menggabung 15 BUMN, mulai dari PTPN I sampai XIV ditambah PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI).

“Bila kekuatan-kekuatan yang berserakan itu bisa dihimpun menjadi satu, maka BUMN perkebunan bisa unggul di pasar dunia, serta dapat menyejahterakan jutaan rakyat. Dengan penciptaan nilai tambah ini, pastinya memberikan profitabilitas yang diinginkan sehingga dapat mencapai entitas bisnis bertaraf Internasional,” ungkap Megananda Daryono, Deputi Menteri bidang Usaha Industri Primer, sebelumnya.

Menurut dia, perusahaan induk yang terpilih nantinya bertugas sebagai penyusun strategi usaha, pengembang sumber daya, pengelola keuangan, dan pengelola kebijakan investasi. Sementara, anak perusahaan holding akan berperan dalam produksi dan pengembangan SDM. “Diharapkan, dengan bersatunya sumber pasokan ini, BUMN perkebunan akan memiliki kekuatan lebih dalam penentuan harga,” imbuh Megananda.

Tuntaskan Draf
Menurut Dahlan, pekan ini, Kementerian BUMN akan merampungkan draft peraturan pemerintah mengenai pembentukan induk usaha BUMN perkebunan sebelum akhirnya diserahkan ke Kementerian Keuangan dan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia di pekan berikutnya. Selanjutnya, pada pekan terakhir Januari 2012, dokumen induk usaha BUMN perkebunan akan diserahkan ke tangan Presiden.

Kendati telah merancang secara matang proses pembentukan induk usaha BUMN perkebunan, Dahlan mengaku mengalami kesulitan dalam menentukan perusahaan mana yang akan menjadi induk usaha. “Yang pasti salah satu dari mereka (PTPN III dan PTPN IV) akan jadi championnya. Tapi karena mereka bagus semuanya, saya pikir lebih baik diundi saja,” selorohnya.

Berbeda dengan induk usaha BUMN perkebunan yang belum menentukan posisi perusahaan induk, proses holding kehutanan justru telah menunjuk Perum Perhutani sebagai perusahaan induk. Lima perusahaan kehutanan pelat merah lainnya, yang terdiri dari PT Inhutani I hingga V, akan menjadi anak-anak perusahaan holding BUMN kehutanan.

Berdasarkan rencana kerja kementerian, holding perkebunan dan kehutanan ditargetkan efektif masing-masing , pada 30 Ianuari 2012 dan 28 Februari 2012. Sementara untuk holding farmasi, Dahlan berharap bisa efektif pada 30 Iuni 2012 .• fay/E-ll

KORAN JAKARTA:: 11 JANUARI 2012, Hal. 11

Share: