BANDUNG UTARA, PERHUTANI (28/01/2021) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bandung Utara bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Kertawangi lakukan penanaman pohon konservasi penyelamatan sumber mata air secara simbolis, bertempat di Kawasan Wisata Curug Layung Situ Lembang, Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat pada Rabu (27/01)

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Administratur KPH Bandung Utara, Komarudin, Asisten Perhutani (Asper) Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Lembang, Susanto, Komandan Regu (Danru) Polisi Hutan (Polhut), Ade Ruswandi beserta Anggota, Perwira Pembina Polisi hutan, Anton, Camat Cisarua, Taufik Firmansyah, Kepala seksi Teritorial Pusat Pendidikan dan Latihan Komando Pasukan Khusus, Mustofa, Kepala seksi pengamanan, Mursani, perwakilan Dinas lingkungan Hidup (DLH) Bandung Barat, Idat Saaudin beserta jajaran, Kepala Kepolisian Sektor Cisarua, Sutarman, Kades Kertawangi, Yanto Bin Surya beserta jajaran, Ketua Lembaga Masyarskat Desa Hutan (LMDH) Kertawangi, Nandang Gaos, perwakilan Pecinta Alam se-Bandung Raya, Seluruh Kelompok Pengguna Air (KPA).

Administratur KPH Bandung Utara, Komarudin mengatakan bahwa daerah Kabupaten Bandung Barat, Cimahi dan sekitarnya sangat tergantung terhadap sumber air yang ada di Curug Layung ini, di musim kemarau sumber air terbatas dan kebutuhan air senantiasa meningkat.

“Perlunya kearifan dari masyarakat semua, di mana sumber air kita pertahankan dan tingkatkan sumber-sumber mata airnya dan sebagai pengguna air di hilir, kita harus bijak menggunakan air dan jangan sampai akhirnya terbuang percuma karena ini merupakan kebutuhan untuk semua makhluk hidup yang ada di dunia,” jelas Komarudin.

Ia juga memaparkan bahwa kegiatan penanaman ini sebagai satu bagian dari kegiatan penanaman yang ada di KPH Bandung Utara, disamping pesan dari presiden bahwa mulai bulan November ada bulan menanam, terus sampai ke pemeliharaan nanti di pertengahan tahun sehingga pada musim kemarau kita tidak akan kekurangan air.

“Yang kita tanam, saat ini sudah tumbuh besar sehingga bisa menjaga atau menyerap air dari proses hujan atau dari proses infiltrasi saat hujan turun di kawasan hutan yang memiliki tekanan ataupun yang baik akan terserap dari mulai pucuk ranting, cabang batang pohon sampai ke akar,” terangnya.

Sementara itu Ketua LMDH Kertawangi, Nandang Gaos menyampaikan bahwa jika kami atas nama panitia penanaman pohon konservasi penyelamatan sumber mata air sudah bergerak dari nilai penanaman atau mulai pembukaan sejak 22 Desember 2020 hingga hari ini 27 Januari 2021.

“Terima kasih kepada teman-teman semua, kelompok masyarakat yang sudah antusias turut serta dalam program ini, kurang lebih ada 5.000 pohon yang dibagi dengan 2 blok dengan jenis yang ditanam yaitu Beringin, Mahoni, Rasamala dan lainnya,” ungkap Nandang.

Nandang menambahkan apa yang kita tanam saat ini mungkin nanti tidak dapat kita nikmati, akan tetapi kita semua sudah memikirkan masa depan generasi penerus kita, anak cucu kita yang mungkin nantinya akan bisa menikmati. (Kom-PHT/Bdu/Aep)

Editor : Ywn

Copyright©2021